Paska kejadian, sampel makanan telah dikirimkan untuk diuji oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu. Namun, hingga berita ini diturunkan enam hari setelah insiden terjadi hasil uji laboratorium tersebut belum juga diumumkan ke publik. Hal ini menyebabkan berbagai spekulasi terus berkembang, baik di kalangan orang tua siswa maupun masyarakat umum
Pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan instansi terkait saat ini masih menunggu hasil resmi dari BPOM untuk menentukan apakah benar MBG menjadi penyebab utama keracunan, atau ada faktor lain seperti penyimpanan makanan, peralatan penyaji, atau distribusi yang menjadi sumber kontaminasi.
(Sumber BEO.co.id/Dipatriot.com)


Komentar