Daerah Lebong Politik
Beranda » Heboh! Spanduk Resmi Pemkab Lebong Salah Cantumkan Wabup Jadi Bupati, Isu Keretakan Memanas

Heboh! Spanduk Resmi Pemkab Lebong Salah Cantumkan Wabup Jadi Bupati, Isu Keretakan Memanas

Spanduk Yang Menjadi Polemik dan Menjurus Isu Keretakan Bupati dan wakil Bupati Lebong

Salah satu tokoh yang angkat bicara, Dedi Mulyadi, Aktivis Lebong yang tergabung dalam FABB (Forum Aktivis Bengkulu Bersatu) yang tengah intens melakukan aksi massa dan kritikan terhadap Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, melontarkan kritik tajam. Ia mengingatkan agar seluruh pihak berhenti membuat pencitraan yang menyesatkan publik.

“Yang perlu dikaji sekarang, mari berhenti buat pencitraan yang menyesatkan karena kita tidak ada yang bersih di sini,” ujar Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, Dedi mengajak masyarakat agar tidak terbawa arus isu perpecahan Bupati dan Wakil Bupati yang sengaja dibangun oleh pihak tertentu.

“Saya mengajak masyarakat Lebong jangan mau iku-ikutan kutub dan isu untuk kepentingan dan pencitraan politik pihak tertentu, kita lihat kinerja mereka,” tegas Dedi yang juga merupakan Ketua Ormas GARBETA Bengkulu.

Seruan Perkuat Sinergi

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Menanggapi situasi ini, sejumlah pihak mengajak seluruh elemen untuk tidak menjadikan kejadian ini sebagai permasalahan besar, namun juga tidak boleh dipandang sebelah mata mengingat ini adalah kegiatan resmi pemerintah. OPD terkait sebagai pelaksana kegiatan dinilai kurang teliti dalam menjalankan tugasnya.

“Kita meminta semua pihak agar kita jangan jadikan ini permasalahan, tapi jangan juga dipandang sepele. Seharusnya OPD terkait lebih teliti,” demikian seruan yang mengemuka.

Para pengamat menekankan bahwa kontestasi politik masih jauh, perbedaan politik boleh ada, namun kemajuan Lebong harus lebih diutamakan untuk kemakmuran masyarakat. Bupati Azhari dan Wakil Bupati Bambang ASB diminta untuk memperkuat sinergi dan kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta menghentikan manajemen konflik dan pencitraan yang dinilai menyesatkan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait masih terus dilakukan. Masyarakat Lebong berharap insiden serupa tidak terulang dan kedua pemimpin daerah dapat menunjukkan kekompakan dalam membangun daerah, bukan justru saling “menggusur” melalui spanduk dan baliho. (4W1D)

Sekda Lebong Pimpin Rapat TGR, Rp1,81 Miliar Belum Kembali
<< 1 2 >>

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement