Jakarta, dipatriot.com – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi menerus sejak Jumat malam (4/9) hingga Minggu (6/9) pagi. Aktivitas vulkanik terkuat sepanjang tahun 2026 ini memuntahkan lava pijar serta kolom abu tebal yang dampaknya terdeteksi hingga wilayah Banten dan Lampung.
Erupsi yang memicu dentuman keras tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi gempa letusan berlanjut hingga beberapa jam. Sebaran abu vulkanik berimbas pada penyesuaian rute penerbangan komersial dan sebaran debu tipis di sejumlah wilayah pesisir.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap berada di Level III (Siaga).
Poin Utama & Imbauan bagi Warga meliputi ;
1. Radius Bahaya: Dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
2. Potensi Tsunami: PVMBG memastikan hingga saat ini belum ada potensi gelombang tsunami akibat erupsi.
3. Antisipasi Paparan Abu: Warga yang berada di jalur pergerakan angin diimbau memakai masker untuk mencegah bahaya ISPA.

Melalui keterangan resminya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan mengimbau warga di pesisir Rajabasa dan Kalianda untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu liar yang beredar di media sosial.
“Kami terus berkoordinasi dengan tim Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo pancuran. Masyarakat pesisir diimbau tenang, aktivitas melaut tetap aman selama mematuhi batas aman 3 kilometer dari pulau gunung,” tulis pihak BPBD dalam rilis resminya.
Sementara itu, BMKG mencatat pergerakan angin membawa abu vulkanik ke arah barat-barat daya. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan suplai masker untuk dibagikan jika akumulasi paparan abu vulkanik meningkat di pemukiman warga pesisir. (Cont/re63n)


Komentar