Kepala DLH Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, SPi., MSi, menyatakan bahwa pemantauan ini memiliki peran krusial dalam mengumpulkan data fisik, kimia, dan biologi air yang akurat. Data ilmiah yang diperoleh dari lapangan akan diuji di laboratorium untuk menjadi fondasi utama dalam penghitungan Indeks Kualitas Air (IKA) di Kabupaten Lebong.
“Melalui pemantauan rutin ini, kita dapat memetakan status mutu air sungai secara objektif. Ini penting agar kita tahu apakah kondisi air masih dalam status baik atau sudah mengalami pencemaran, sehingga langkah penanggulangan bisa diambil secara cepat dan tepat,” ujar Indra Gunawan.

Tim Teknis DLH Lebong Mengambil Sampel Air Permukaan Lebong
Tim teknis DLH diterjunkan langsung ke beberapa titik sampling yang tersebar di sepanjang aliran sungai. Pemantauan di Air Ketahun difokuskan karena sungai yang membentang luas ini menjadi andalan masyarakat untuk kebutuhan harian, pertanian, hingga sumber baku air bersih. Sementara itu, pemantauan di Air Kotok dilakukan untuk melihat dampak aktivitas domestik dan pemukiman di sekitar aliran terhadap perubahan parameter lingkungan.
Adapun Sungai Uram menjadi perhatian khusus karena ekosistem perairannya berada di sekitar wilayah pertanian dan tangkapan air. Pemantauan di lokasi ini bertujuan memastikan kualitas air tetap terjaga dari residu bahan berbahaya yang mungkin berasal dari aktivitas pertanian.
Indra Gunawan menambahkan, pemantauan juga dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi kondisi sungai pasca perubahan iklim atau fluktuasi debit air. Fluktuasi ini kerap memengaruhi tingkat kekeruhan dan membawa material sedimen lumpur dari hulu yang dapat mengganggu kualitas air.
Melalui data IKA yang tervalidasi, Pemerintah Kabupaten Lebong berharap dapat terus menyusun kebijakan lingkungan yang tepat sasaran. DLH juga akan berkoordinasi dengan lintas sektor serta mengedukasi masyarakat di sepanjang bantaran sungai agar tidak membuang sampah maupun limbah domestik secara sembarangan. “Kesadaran kolektif adalah kunci menjaga keberlanjutan sungai kita,” pungkasnya. (4W1D)


Komentar