Dengan pencapaian ini, Disdikbud optimistis pelajar Lebong dapat melangkah ke tingkat nasional. “Untuk O2SN kita optimis bisa ikut di tingkat Nasional,” tegas Fahrurrozi.
FLS3N: 14 Cabang Lomba, Tunggu Pengumuman Provinsi
Untuk FLS3N tingkat Kabupaten Lebong, masing-masing jenjang SD dan SMP mempertandingkan 7 cabang lomba. Para juara telah mengikuti kompetisi di tingkat Provinsi Bengkulu, dan saat ini Disdikbud masih menunggu pengumuman pemenang secara resmi.
Apresiasi untuk Guru, Orang Tua, dan Kepala Sekolah
Fahrurrozi menyampaikan apresiasi atas seluruh capaian yang telah diraih. “Semua capaian ini merupakan hasil kerja keras peserta didik, dukungan orang tua, peran kepala sekolah, serta dedikasi guru. Kami ucapkan terima kasih karena ikut berkontribusi meningkatkan prestasi pendidikan di Kabupaten Lebong,” pungkasnya.
Laporan Latar Belakang: Polemik OSN dan Upaya Disdikbud
Sebelumnya, Kabupaten Lebong sempat menjadi sorotan karena namanya tidak tercantum dalam daftar peserta OSN 2026 yang dirilis secara nasional, menjadikannya satu-satunya daerah di Provinsi Bengkulu yang absen dari daftar tersebut. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa pembinaan akademik di daerah tersebut belum berjalan optimal.
Menanggapi hal itu, Fahrurrozi mengklarifikasi bahwa pelajar Lebong telah mengikuti seleksi OSN untuk cabang Matematika, IPA, dan IPS. Namun, nama mereka tidak muncul dalam pengumuman akibat dugaan gangguan server di tingkat pusat. “Yang belum keluar bukan Kabupaten Lebong saja, namun Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Seluma juga belum keluar, ada total 13 kabupaten/kota yang belum keluar,” ungkapnya. Pihaknya masih menunggu konfirmasi dari panitia pusat.
Terlepas dari kendala teknis tersebut, Disdikbud Lebong terus mendorong prestasi pelajar di berbagai bidang, baik akademik, olahraga, maupun seni dan sastra. Fasilitasi terhadap tiga ajang talenta nasional ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mencetak generasi unggul Kabupaten Lebong. (Red/dpt)


Komentar