Daerah Headline Hukum Lebong
Beranda » Didemo, Bupati Azhari Terkesan Cuek : Anti Kritik?

Didemo, Bupati Azhari Terkesan Cuek : Anti Kritik?

Lebong,dipatriot.com – Gelombang kemarahan rakyat Lebong terhadap kepemimpinan Bupati Azhari, SH., MH. kian membara. Aksi unjuk rasa bertajuk “Gerakan Aksi Satu Tahun untuk Lebong Bersih-Bersih” yang digelar Persatuan Masyarakat Lebong (PAMAL).

Puluhan massa kembali mengepung Kantor Pemda Lebong dengan tuntutan keras: bersihkan pemerintahan dari praktik bobrok yang selama ini dibiarkan.

Alih-alih meredakan suasana, sikap Bupati Azhari yang dinilai “cuek bebek” justru menyulut api kemarahan. Tidak ada tanda-tanda itikad baik dari orang nomor satu di Lebong itu untuk turun menemui massa. Satu demi satu “borok” pemerintahan dibongkar di hadapan publik.

Bupati Dituding Tutup Mata Soal Aset Mewah

Tak berhenti di situ, massa mulai membuka kotak Pandora soal aset mewah milik Pemkab Lebong. Mereka menuding adanya penyalahgunaan mobil dinas: Jeep Rubicon, Toyota Land Cruiser, hingga Avanza terbaru yang disebut-sebut dipakai untuk kepentingan rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

“Rakyat menanggung utang daerah, tapi pejabat malah bermewah-mewahan. Inikah wajah Lebong Bersih yang dijanjikan Azhari?” sindir salah satu orator.

PPJU: Warga Diperas, Jalan Tetap Gelap

Sekjen PAMAL, Urpi, menyoroti ironi Pajak Penerangan Jalan Umum: “Setiap rekening listrik ditarik 10 persen, tapi jalanan Lebong tetap gelap. Malam hari seperti kota mati. Pemerintah jangan tutup mata, rakyat dipalak tapi fasilitas nihil!” ujarnya lantang.

Gerakan Panjang: Setahun Penuh Menekan Bupati

PAMAL menegaskan aksi ini tidak akan berhenti. Mereka sudah merancang jadwal perlawanan panjang:

Sekda Lebong Pimpin Rapat TGR, Rp1,81 Miliar Belum Kembali

  • Tahap I: Agustus 2025
  • Tahap II: 8 September 2025 hingga September 2026

“Kalau rakyat masih diam, jangan salahkan Lebong tetap gelap. Gelap bukan hanya karena listrik, tapi juga karena pejabatnya gelap mata pada amanah rakyat,” tambah Urpi.

Dukungan Publik Meluas

Di lapangan, dukungan masyarakat makin deras. Warga berdatangan menyuplai logistik, organisasi sipil mulai menyuarakan solidaritas, dan publik menilai tuntutan PAMAL mewakili suara mayoritas yang muak dengan kepemimpinan Azhari.

<< 1 2 >>

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement