Selanjutnya Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Lebong, dalam laporan yang diterima, menyatakan bahwa pihaknya tengah memproses administrasi teknis dan verifikasi data akhir agar pencairan dapat segera direalisasikan tanpa kendala. “Kami bergerak cepat setelah perintah Bupati turun. Besaran gaji ke-13 menyesuaikan aturan, dan semua PNS serta P3K yang memenuhi syarat akan menerimanya,” ujarnya singkat.
Bukti Pemimpin Hadir di Tengah Kesibukan
Tindakan Bupati Lebong yang di tengah kesibukan tingkat tinggi tetap menginstruksikan pencairan gaji ke-13 ini menimbulkan rasa haru dan simpati di kalangan aparatur. Banyak ASN mengaku lega karena kepastian hak mereka tetap diperjuangkan, meskipun kepala daerah sedang berjuang mengamankan kepentingan Lebong di tingkat nasional.
“Sangat mengharukan. Di saat beliau sedang membawa nama baik daerah lobi dana ke pusat dan rapat dengan Komisi V DPR, beliau masih sempat memikirkan kami. Ini bukti beliau bukan hanya pemimpin yang fokus pada proyek besar, tapi juga peduli pada kesejahteraan kecil yang berdampak besar bagi keluarga ASN,” tutur seorang PNS di lingkungan Setda Lebong yang enggan disebutkan namanya.
Momentum Kebersamaan di Tengah Tekanan
Keberpihakan Bupati Lebong terhadap PNS dan P3K di tengah kesibukan lobi dan audiensi strategis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang mengedepankan hati dan tanggung jawab sosial tetap menjadi prioritas. Dipatriot.com menilai bahwa langkah ini pantas diapresiasi sebagai bentuk bahwa kesejahteraan aparatur tidak pernah dilupakan, meskipun berbagai urusan penting di pusat tengah berlangsung.
Pemkab Lebong memastikan bahwa pencairan gaji ke-13 akan berjalan sesuai regulasi keuangan negara, tepat waktu, dan transparan. Masyarakat dan aparatur diimbau untuk tetap tenang dan menunggu jadwal resmi dari Badan Keuangan Daerah.
Dengan total Rp15 miliar yang disiapkan, harapan akan stabilitas ekonomi ASN dan semangat kerja yang lebih baik menjelang semester kedua tahun 2026 pun semakin terbuka lebar. ( Red/dpt)


Komentar