Bengkulu Daerah Headline Lebong
Beranda » Darurat Jalan Rusak di Lebong: Warga dan TNI-Polri Bergerak Dengan Ikhlas

Darurat Jalan Rusak di Lebong: Warga dan TNI-Polri Bergerak Dengan Ikhlas

Keresahan yang sama bahkan lebih tajam datang dari para sopir angkutan yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut. Heriyandi Saputra, sopir yang kerap mengangkut barang pecah belah dan furniture, mengaku hidupnya was- was terancam setiap kali melewati jalan rusak itu.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada warga, TNI, dan Polri yang sudah turun tangan. Tapi jangan biarkan kami terus-terusan was was. Barang muatan saya sering pecah, ban kendaraan cepat aus, dan yang paling menakutkan, nyawa penumpang serta pengendara lain dipertaruhkan setiap hari. Kondisi jalan ini sangat berisiko dan berbahaya,” tutur Heriyandi dengan suara bergetar.

Heriyandi menambahkan, tanpa perbaikan permanen, semua upaya swadaya hanya akan bertahan beberapa hari. Begitu hujan turun, timbunan tanah dan batu akan kembali hanyut, dan lubang-lubang maut akan terbuka lagi.

Fakta di Lapangan: Perbaikan Manual di Tengah Darurat Infrastruktur

Pantauan Dipatriot.com di lokasi, antrean kendaraan sempat terjadi karena aktivitas penimbunan yang dilakukan secara manual. Hanya puluhan orang dengan cangkul dan sekop yang berusaha meratakan material timbunan di ruas sepanjang lebih kurang 50 meter yang rusak berat. Tidak ada satupun alat berat terlihat. Tidak ada truk aspal, tidak ada gilas, tidak ada petugas dari Dinas PUPR.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Aksi ini terpaksa dilakukan karena ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Lebong dengan Curup, pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Jika jalur ini terputus atau semakin rusak, distribusi logistik, bahan pokok, dan akses warga ke layanan kesehatan serta pendidikan akan terganggu.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai rencana perbaikan permanen dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, belum ada jawaban jelas. Kapolsek Nurmansyah hanya mengimbau pengendara untuk tetap waspada karena masih banyak titik jalan rusak lainnya yang belum tersentuh perbaikan—bahkan setelah kegiatan penimbunan darurat ini.

“Kami mengingatkan lagi: tetap hati-hati, kurangi kecepatan, dan jangan memaksakan diri melintas jika hujan deras. Karena masih ada sejumlah titik berbahaya yang belum kami timbun,” pungkas Nurmansyah.

<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement