Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Lebong mengalami dampak signifikan akibat rusaknya jaringan irigasi. Pemerintah Kabupaten Lebong mengajukan usulan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi untuk mengembalikan fungsi pengairan lahan pertanian warga yang terdampak banjir bandang.
2. Pembangunan Bronjong Sungai Air Ketahun, Air Kotok, dan Air Uram
Salah satu penyebab utama meluapnya air sungai saat bencana adalah lemahnya struktur tebing sungai. Oleh karena itu, usulan pembangunan bronjong di tiga titik sungai strategis, yaitu Sungai Air Ketahun, Sungai Air Kotok, dan Sungai Air Uram, menjadi prioritas. Bronjong ini berfungsi untuk mencegah erosi lebih lanjut dan melindungi pemukiman warga dari potensi banjir susulan.
3. Pembangunan Rehab Madrasah
Bencana banjir bandang juga tidak hanya merusak infrastruktur fisik dan permukiman, tetapi juga fasilitas pendidikan, termasuk sejumlah madrasah. Pemkab Lebong mengusulkan pembangunan rehabilitasi madrasah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dengan lingkungan yang aman dan layak bagi para siswa.
4. Penambahan Kuota BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Pasca bencana, ribuan rumah warga rusak berat, sedang, hingga ringan. Untuk itu, Pemkab Lebong mengusulkan penambahan kuota BSPS, sebuah program bantuan dari Kementerian PUPR yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah swadaya masyarakat. Penambahan kuota ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor permukiman dan memberikan tempat tinggal layak bagi para korban banjir bandang.
Tidak hanya keempat poin utama tersebut, Syarifudin menambahkan bahwa masih banyak usulan lain yang disampaikan dalam pertemuan itu, menyangkut berbagai sektor yang terdampak bencana. Namun, keempat prioritas tersebut dinilai paling krusial untuk segera direalisasikan mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.
Harapan Pemkab Lebong
Bupati Azhari dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan besarnya agar usulan-usulan yang telah diajukan dapat mendapat respons positif dan realisasi cepat dari Komisi V DPR RI, khususnya melalui dana aspirasi yang dimiliki Erna Sari Dewi.


Komentar