Lebong, dipatriot.com — Kepedulian sosial di Kabupaten Lebong kembali mendapat momentum nyata. Pemerintah Kabupaten Lebong bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebong menyalurkan bantuan multiaspek yang menyasar langsung kebutuhan mendasar warga, dari program bedah rumah untuk warga kurang mampu, insentif bulanan bagi guru mengaji di pelosok, hingga dukungan logistik bagi kontingen Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, Jawa Timur.
Penyerahan bantuan berlangsung di ruang kerja Bupati Lebong, Rabu (19/8/2026), dipimpin langsung Bupati H. Azhari, S.H., M.H., didampingi Pj. Sekda Dr. H. Syarifuddin dan Ketua BAZNAS Kabupaten Lebong, Juniar Dinoto, S.Sos.
Bedah Rumah Marziah di Air Kopras: dari Angka Menjadi Harapan
Salah satu penerima manfaat utama adalah Marziah, warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis. Desa ini masuk dalam daftar penerima Dana Desa tertinggi di Lebong pada 2025, dengan alokasi lebih dari Rp1 miliar. Namun, di balik angka itu, masih ada warga yang tinggal di rumah tak layak huni. Melalui program bedah rumah, BAZNAS turun tangan menghadirkan tempat tinggal yang lebih manusiawi.
Langkah ini sejalan dengan komitmen BAZNAS yang sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp20 juta bagi korban kebakaran di Desa Semelako Atas. Bantuan diberikan dalam bentuk material dan upah tukang, memastikan proses rehab berjalan cepat dan tepat sasaran.
Masjid Al-Muhajirin dan Gaji Guru Mengaji: Menyentuh Jantung Desa Terpencil
Perhatian juga diberikan kepada pembangunan Masjid Al-Muhajirin di Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis—salah satu wilayah terpencil di Kabupaten Lebong. Desa ini hanya dapat diakses dengan berjalan kaki atau sepeda motor melalui jalur ekstrem belasan kilometer dari pusat kecamatan, karena berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Akses listrik dan sinyal internet pun masih terbatas.
Tak hanya fisik, perhatian juga menyentuh sektor pendidikan keagamaan. Seorang guru mengaji di desa yang sama menerima bantuan rutin Rp1 juta per bulan, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka di tengah keterbatasan. Ini penting mengingat fasilitas pendidikan di Sungai Lisai masih sangat terbatas—PAUD, SD, dan SMP berada dalam satu atap dengan tenaga pengajar yang minim.
Muktamar NU 2026: Dukungan untuk Kontingen Lebong
BAZNAS juga menyalurkan bantuan untuk mendukung keikutsertaan 30 peserta dalam Muktamar NU ke-35 yang akan berlangsung 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Para peserta akan diberangkatkan menggunakan bus pariwisata.
Muktamar kali ini menjadi ajang penting bagi NU, dengan pengamanan ketat dari hampir 3.600 personel dan dukungan dari berbagai elemen, termasuk Muhammadiyah yang akan membagikan 10 ribu porsi bakso gratis sebagai simbol persaudaraan. Dukungan dari Lebong menunjukkan keterlibatan aktif daerah dalam agenda nasional organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
MTQ dan Sinergi Berkelanjutan
Bantuan lain juga disalurkan untuk mendukung kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Secara keseluruhan, penyaluran ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara Pemkab Lebong dan BAZNAS. Sebelumnya, pada Januari 2026, Bupati Azhari telah menyerahkan zakat harta pribadi sebesar Rp20 juta kepada BAZNAS. Bahkan, kerja sama lebih strategis sedang digodok untuk pembangunan rumah sakit pratama di Kecamatan Lebong Selatan bekerja sama dengan BAZNAS RI.
Bupati Azhari menegaskan, bantuan ini bukan sekadar soal angka. “Yang paling penting adalah manfaatnya. Kita ingin bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun Lebong,” ujarnya.

Photo Bersama Bupati Lebong dengan Pj.Sekda Lebong Bersama Penerima Bantuan Dari BAZNAS Lebong
Dengan jangkauan hingga desa terpencil seperti Sungai Lisai dan Air Kopras, pemerintah dan BAZNAS menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas geografis. Bantuan yang diberikan diharapkan menjadi pijakan bagi peningkatan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh Kabupaten Lebong. (4W1S


Komentar