Kondisi jalan di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Penghadang, memang sudah memprihatinkan sejak lama. Sejak era Bupati Kopli Ansori, persoalan ini sudah mengemuka. Kala itu, Rama Candra yang dikenal kritis kerap menyorotinya. Di era Bupati Azhari, isu ini sempat menjadi bahan kampanye panas saat pilkada. Namun kenyataannya, hingga saat ini, jalan tersebut justru semakin parah. Bahkan sempat viral karena nyaris memutuskan total jalur transportasi warga.
“Dulu masih bisa diperbaiki. Sekarang sudah hampir hancur. Ini bukan soal politik lagi, ini soal keselamatan jiwa dan ekonomi masyarakat. Jika jembatan dan jalan ini tidak segera ditangani, harga kebutuhan pokok di Lebong bisa melonjak. Belum lagi akses warga ke layanan kesehatan di Curup atau Bengkulu terhambat,” keluh seorang warga Talang Ratu yang ditemui terpisah.

Kondisi terakhir dalam beberapa hari ini kondisi Jalan Talang Ratu- Rimbo Pengadang.
Tindak Lanjut: Rapat Penanganan Jalan Putus di Talang Ratu
Di tengah tekanan publik, Pemerintah Kabupaten Lebong mulai bergerak. Sebagai pengingat, pemkab mulai serius menangani pascabencana alam Lebong dengan menggelar rapat koordinasi khusus untuk penanganan jalan putus di Talang Ratu. Rapat tersebut dihadiri oleh dinas teknis terkait dan membahas langkah-langkah darurat serta jangka menengah.
“Kami apresiasi langkah pemkab yang mulai serius. Tapi jangan berhenti di rapat. Harus ada tindakan nyata di lapangan. Dan yang paling penting, segera koordinasikan dengan provinsi dan pusat. Jangan tunggu korban jatuh lagi,” pungkas Rama Candra.

Arwan tokoh pembela Tanah adat dan penasehat PAMAL
Warga Butuh Aksi, Bukan Janji


Komentar