Dipatriot.com – LEBONG – Sebuah hari Minggu yang seharusnya diwarnai keceriaan, berubah menjadi tragedi mengharu biru di kawasan wisata Air Terjun Paliak, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Rafi (14), remaja asal Desa Magelang Baru, harus meregang nyawa setelah terseret arus deras Sungai Uram pada siang hari, Minggu (9/11/2025). Pencarian yang penuh drama selama tiga jam akhirnya berujung pilu: jasadnya ditemukan terjepit di celah bebatuan di kedalaman lebih dari empat meter.
Tragedi ini kembali menebar duka dan menjadi pengingat kelam tentang betapa ganasnya alam yang tak terjamah, sekaligus menyoroti heroisme tim gabungan dalam medan evakuasi yang penuh rintangan.
Kronologi Singkat dan Pencarian Intensif
Insiden yang merenggut nyawa Rafi terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Meskipun kronologi pasti bagaimana ia terjatuh ke sungai masih dalam penyelidikan mendalam oleh kepolisian, dilaporkan bahwa korban terseret arus deras yang menghanyutkannya dari titik yang diduga ia sedang bermain atau beraktivitas.
Secepat kabar tersebut tersiar, Tim Gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, personel kepolisian, dan relawan warga setempat segera bergerak. Operasi pencarian digelar di sepanjang aliran Sungai Uram yang dikenal memiliki topografi berbatu dan arus yang tidak terduga.
Setelah sekitar tiga jam menjelajahi riam dan jeram sungai, upaya tak kenal lelah itu membuahkan hasil. Pada pukul 16.30 WIB, sorak-sorai kepiluan pecah ketika seorang penyelam berhasil mengidentifikasi jasad Rafi.
Medan Evakuasi: Ujian Nyali di Tebing Maut
Proses evakuasi justru menjadi babak baru yang penuh tantangan. Lokasi penemuan jasad berjarak sekitar satu kilometer dari titik terdekat yang bisa dijangkau kendaraan, yaitu Bendungan Paliak. Jarak yang tidak jauh itu harus ditempuh melalui medan yang menguji nyali.
Tim evakuasi harus meniti jalan setapak berbatu, sempit, dan curam yang membelah tebing Sungai Uram. Setiap langkah harus dihitung matang sambil membawa peralatan dan usungan yang berisi korban. Tebing yang terjal dan licin menjadi penghadang utama untuk membawa pulang Rafi ke pelukan keluarganya.
Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lebong, Tantawi, SP, mengonfirmasi kompleksitas operasi ini. Didampingi Kabid Kedaruratan, Rengki Anggara, SH, Tantawi memberikan gambaran detail kondisi yang dihadapi tim penyelam.
“Iya, upaya pencarian berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Korban tenggelam berhasil ditemukan, terjepit di antara bebatuan di Sungai Uram yang dalamnya lebih dari 4 meter,” ujar Tantawi kepada media. “Kondisi tersebut sangat menyulitkan tim penyelam untuk mengekstraksi korban. Butuh keahlian dan ketelitian ekstra untuk mengeluarkannya tanpa menimbulkan risiko bagi penyelam sendiri.”
Korban Ditemukan Meninggal, Masyarakatakat Berduka
Setelah berhasil dibebaskan dari cengkeraman batu di dasar sungai, kondisi Rafi sudah tidak dapat lagi ditolong. Tim medis yang menunggu di lokasi terdekat hanya bisa memastikan hal yang paling ditakuti: korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Tragedi ini meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga Rafi dan masyarakat sekitar Desa Embong. Hari yang seharusnya berisi tawa dan canda, berakhir dengan isak tangis dan duka. Evakuasi dramatis yang penuh perjuangan itu pun menjadi penutup yang pilu, mengingatkan semua pihak bahwa keindahan alam seperti Air Terjun Paliak menyimpan potensi bahaya yang mematikan.
Peringatan di Balik Tragedi: Kewaspadaan adalah Kunci
Insiden memilukan ini menjadi pengingat berharga bagi seluruh pengunjung objek wisata alam, khususnya yang dekat dengan sungai dan air terjun. Beberapa poin kewaspadaan yang harus diperhatikan:
1. Kenali Karakter Alam: Sungai di kawasan pegunungan seperti Lebong memiliki arus yang bisa berubah secara tiba-tiba dan dasar yang penuh dengan batu licin serta lubang dalam.
2. Jaga Jarak Aman: Hindari bermain atau berdiri terlalu dekat dengan tepian yang curam atau area di mana arus air terlihat deras.
3. Patuhi Rambu Peringatan: Selalu perhatikan dan taati rambu-rambu keselamatan yang terpasang di area wisata.
4. Didampingi Orang Dewasa: Aktivitas anak-anak di dekat sungai atau air terjun wajib diawasi secara ketat oleh orang dewasa.
Kepergian Rafi adalah harga yang terlalu mahal untuk sebuah kecerobohan. Semoga tragedi ini menjadi cambuk untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan diri saat menikmati keagungan ciptaan Tuhan. (Ar/dpt).


Komentar