Bengkulu Daerah Headline Lebong Nasional
Beranda » Bencana Luapan Air Kotok dan Ketahun Meluluhlantakkan Lebong, Pejabat Ramai Turun tapi Solusi Tak Kunjung Datang

Bencana Luapan Air Kotok dan Ketahun Meluluhlantakkan Lebong, Pejabat Ramai Turun tapi Solusi Tak Kunjung Datang

Lebong, Dipatriot.com – Hingga hari ini pasca bencana luapan air Kotok dan Ketahun yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong, masyarakat masih terus mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam penanganan darurat hingga mitigasi jangka panjang. Meski deretan pejabat daerah dan nasional telah berkunjung, namun warga mengaku belum melihat solusi konkret di lapangan.

Ketua DPD RI, anggota DPR RI, pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Bupati Lebong, Wakil Bupati Lebong, Kepala BPBD, Pj Sekda, hingga Dinas PUPRHUB Lebong telah turun langsung meninjau lokasi bencana. Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan, tidak ada keputusan strategis yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.

Infrastruktur Hancur, Ekonomi Warga Terancam

Hisbuan Alis Alias Buwan

Salah seorang warga Lebong, Hisbuan Alis yang akrab disapa Buan (57), menyampaikan kegeramannya kepada Dipatriot.com. Menurutnya, kerusakan akibat bencana bukan sekadar rumah terendam, melainkan juga sarana vital yang menunjang kehidupan sehari-hari.

“Jembatan rusak, jalan putus, bronjong ambrol, fasilitas PDAM banyak yang hancur. Ini kebutuhan mendesak masyarakat untuk kehidupan dan aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujar Buan dengan nada tegas.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Buan mengkritik pola bantuan yang selama ini cenderung simbolis. Ia meminta agar pemerintah tidak hanya mengukur kepedulian dengan membagikan mi instan atau mengirim tangki air bersih.

“Masyarakat jangan hanya diukur dengan bantuan mi instan dan tangki air bersih. Lebih dari itu, bagaimana penanganan pasca bencana ini? Banyak infrastruktur rusak yang dipakai untuk kehidupan masyarakat. Itu yang harus jadi prioritas,” tegas Buan.

Seruan Mitigasi dan Dana BTT

Buan juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lebong harus sigap tidak hanya dalam respons darurat, tetapi juga mitigasi agar bencana serupa tidak terulang.

“Pemkab harus menyiapkan dana BTT (Bantuan Tak Terduga) lebih besar untuk membantu korban bencana, sekaligus untuk mitigasi bencana dan reboisasi di daerah hulu,” imbuh Buan.

Sekda Lebong Pimpin Rapat TGR, Rp1,81 Miliar Belum Kembali

<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement