Lebong, Dipatriot.com – Krisis infrastruktur di Kabupaten Lebong kembali memuncak. Jalur penghubung antar kabupaten di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang yang menjadi urat nadi ekonomi warga Lebong dan Rejang Lebong kembali amblas pada Jumat (8/5/2026) pagi. Badan jalan putus dengan kedalaman 40 hingga 80 sentimeter, menyisakan celah lebar yang membahayakan jiwa dan melumpuhkan total akses kendaraan roda empat.
Kondisi ini kembali memakan korban lagi, mengingat sebelumnya sudah terjadi beberapa kecelakaan fatal di lokasi yang sama. Arwan Basirin, warga masyarakat Lebong dan penasehat PAMAL, menyebut kecelakaan ini berulang kali terjadi. Ironisnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Bupati Lebong Azhari dinilai berpangku tangan.
“Kronologi kecelakaan terbaru ini menambah panjang daftar korban kegagalan pemerintah menjamin keselamatan publik,” tegas Arwan.
Berdasarkan data yang dihimpun Dipatriot.com, dalam beberapa bulan terakhir, jalan amblas di Talang Ratu telah menyebabkan sedikitnya empat kecelakaan tunggal serius:
· Selasa (31/3/2026): Truk bermuatan 8 ton beras terguling di jalan yang retak dan amblas. Beras berhamburan, akses tertutup lebih dari dua jam.
· 29 Maret 2025: Mobil bak bermuatan makanan ringan nyungsep ke sisi jalan.
· Minggu pagi, 10 Mei 2026: Dua mobil pengangkut hasil pertanian menjadi korban di lokasi yang sama.
“Tragedi berulang ini cerminan nyata kelalaian penyelenggara negara tingkat kabupaten Lebong dan provinsi Bengkulu,” pungkas Arwan.
Warga kecewa, janji gubernur tak terealisasi
Cak (34), warga setempat, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Menurutnya, Gubernur Helmi Hasan pernah meninjau lokasi dan menjanjikan perbaikan segera. “Gubernur sempat datang ke Lebong dan berjanji jalan diperbaiki segera, namun hingga amblas kedua kali, belum ada perbaikan,” ujarnya getir.
Kini, penanganan darurat dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bersama pemilik usaha tambang setempat yang meminjamkan alat beratnya.
Pantauan Dipatriot.com, penanganan yang dilakukan bersifat sementara: menimbun jalan amblas dengan batu koral dan material sederhana. Kendaraan bermuatan berat belum layak melintas karena kondisi masih darurat dan berbahaya.


Komentar