Lebong, dipatriot.com – Di satu sisi, Direktur PDAM Tirta Tebo Emas (TTE) Kabupaten Lebong, Wilyan Bachtiar, SIP, optimistis dengan dukungan penuh Bupati dan DPRD dalam menganggarkan dana usulan di APBD Lebong untuk pembenahan manajemen, operasional, hingga infrastruktur. Namun di sisi lain, masyarakat Lebong justru “kehausan” mendapatkan aliran air bersih dari perusahaan daerah yang semestinya melayani kebutuhan dasar mereka.
Keluhan serupa terdengar dari berbagai wilayah. Warga Desa Sungai Gerong, Kecamatan Amen, misalnya, akhir – akhir ini sering air PDAM tidak mengalir. Kondisi yang sama juga dialami warga di Sukarajo, Dusun Muara Aman, Pasar Muara Aman, dan sekitarnya. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, banyak masyarakat terpaksa membeli air dari pihak lain dengan biaya tambahan yang memberatkan.
Bayar Iuran, Air Tak Mengalir
Yang lebih memilukan, mereka tetap diwajibkan membayar iuran bulanan sebagai pelanggan padahal air tidak pernah mengalir. Seorang warga Pasar Muara Aman meluapkan kekesalannya kepada awak media.
“Tolonglah sampaikan dengan pihak PDAM, maso air jarang sekali ngalir, kami pun tetap bayar. Apa kami harus demo ke PDAM?” ujarnya dengan nada kesal.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang ibu berinisial EF dari kawasan Sungai gerong , “Saya sudah lama seperti ini. Saya bayar rutin, air tidak ngalir. Akhirnya kami beli dengan pihak lain,” jelas EF.
Solusi Direktur: “Cabut Dulu”
Saat dimintai tanggapan atas keluhan masyarakat yang membayar tagihan namun tak mendapat layanan, Direktur PDAM TTE, Wilyan Bachtiar, menyampaikan solusi yang terkesan kontroversial. Ia menyarankan pelanggan yang airnya tidak mengalir untuk mematikan sambungan atau mencabutnya terlebih dahulu.
“Kami sudah sampaikan ke pelanggan, silakan datang ke kantor, kita kasih formulir untuk diisi, nanti petugas dokkan atau cabut dulu. Nanti kalau air normal, silakan pasang lagi. Saya juga sadar beban itu, air tidak ngalir tapi tetap bayar iuran,” jelas Wilyan.


Komentar