Daerah Lebong Nasional Politik
Beranda » Spanduk Kebablasan: Wabup Lebong Dicap “Bupati”, Isu Keretakan dengan Azhari Memanas

Spanduk Kebablasan: Wabup Lebong Dicap “Bupati”, Isu Keretakan dengan Azhari Memanas

H. Azhari, SH, MH, Bupati Dan Ketua DPD PAN Kabupaten Lebong Saat Ini Dan Bambang. ASB, S.Sos, M.Si Wakil Bupati Lebong Dan Ketua DPD GOLKAR Kabupaten Lebong Saat Ini ( JANGAN SALAH TULIS LAGI )

Lebong, dipatriot.com — Sebuah spanduk kegiatan resmi pemerintah daerah berubah menjadi bumerang politik. Dalam spanduk Rapat Koordinasi Sinergitas dan Konsolidasi Program Bangga Kencana dalam Upaya Penurunan Angka Stunting Kabupaten Lebong Tahun 2026 yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati Lebong, tertulis dengan jelas bahwa Wakil Bupati Bambang Agus Suprabudi (Bambang ASB) adalah “Bupati Lebong”. Padahal di sisi yang sama, foto Bupati H. Azhari, SH., MH., juga terpampang.

Spanduk itu seolah-olah menunjukkan Kabupaten Lebong memiliki dua orang bupati sekaligus. Acara yang dihadiri langsung Bupati H. Azhari, Pj. Sekda Dr. Syarifudin, unsur Forkopimda, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu tersebut adalah agenda resmi Pemerintah Kabupaten Lebong.

Abdul Kadir Jailani Alias Kadeng Aktivis Bengkulu Wakil Ketua FABB

Bukan Sekadar Human Error

Aktivis Bengkulu sekaligus Wakil Ketua Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB), Abdul Kadir Jailani yang akrab disapa Kadeng, menilai kejadian ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Menurutnya, ada unsur kesengajaan dari pihak yang tidak  bertanggung jawab.

“Logika saja, baliho itu dipesan pihak dinas, diedit orang pintar, lalu dicetak, dan dipasang oleh pihak dinas terkait. Apa mereka buta huruf sehingga tidak melihat sebelum memasang? Ada jeda waktu, bukan cetak di tempat lalu pasang,” ujar Kadeng dengan tegas.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momentum isu keretakan antara Bupati Azhari yang juga Ketua DPD PAN Lebong dengan Wakil Bupati Bambang ASB yang juga Ketua DPD Golkar Lebong. Kedua partai ini diketahui telah saling melontarkan target perolehan kursi di DPRD Lebong pada pemilu mendatang—PAN menargetkan 10 kursi, sementara Golkar menargetkan minimal 6 kursi.

“Ini sudah kategori indikasi perbuatan melawan hukum, apalagi uang yang dipakai adalah uang negara. Ini bukan human error. Ini sengaja dibuat onar dengan membela satu pihak dan menyerang pihak lain,” tegas Kadeng.

Ancaman Pidana Mengintai

<< 1 2 3 >>

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement