Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Lebong, Kurnia Fitra Nanda, S.Gz, menanggapi terkait komposisi gizi dari menu makan siang yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut. Menurut Kurnia, berdasarkan pengamatan kasat mata, menu MBG telah memenuhi standar gizi yang dianjurkan.
Menu MBG yang dibagikan terdiri atas mie sebagai sumber karbohidrat, bakso sebagai protein hewani, tahu goreng untuk protein nabati, capcay sebagai sayuran, dan buah jeruk sebagai sumber vitamin. Menurut Kurnia, jika dilihat dari komposisi tersebut, semua unsur zat gizi makro dan mikro sudah tercakup.
“Secara kasat mata, menu tersebut sudah memenuhi standar gizi. Karbohidrat, protein, vitamin, dan serat ada semua. Tapi penilaian kami sebatas visual dan tidak menyentuh aspek mikrobiologis,” jelas Kurnia.
Salah satu menu yang paling dicurigai adalah bakso, karena merupakan bahan makanan dari protein hewani yang dikenal rentan terkontaminasi bakteri jika tidak disimpan atau diolah dengan cara yang higienis.
“Protein hewani seperti bakso sangat mudah tercemar jika tidak diolah dengan baik atau dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang. Ini yang menjadi dugaan awal kami,” terangnya.
Laman: 1 2
Berita Terkait
Sekda Lebong Pimpin Rapat TGR, Rp1,81 Miliar Belum Kembali
Tiga Kandidat Bersaing Ketat Kursi Inspektur Lebong
Saling Bantah Ketua FORLEB Dengan Pihak DKP Terkait GPM
Berita Terbaru
Sekda Lebong Pimpin Rapat TGR, Rp1,81 Miliar Belum Kembali
Tiga Kandidat Bersaing Ketat Kursi Inspektur Lebong


Komentar