Bengkulu Hukum Lebong Nasional
Beranda » Sekda Lebong Dampingi Kapolda Jumat Keliling

Sekda Lebong Dampingi Kapolda Jumat Keliling

Tampak Sekda Lebong Sedang Mengikuti Kegiatan Jumatan Bersama Polda Bengkulu

Lebong, dipatriot.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong, Dr. H. Syarifudin, S.Sos., M.Si., turut serta dalam penyambutan kunjungan kerja Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., di Masjid Agung Sultan Abdullah, Kabupaten Lebong, Jumat (23/10/2026). Kehadiran Sekda di tengah agenda “Jumat Keliling” Kapolda itu bukan sekadar protokoler belaka, melainkan sinyal bahwa pemerintah daerah menempatkan sinergi keamanan sebagai fondasi pembangunan di wilayah “Swarang Patang Stumang”.

Kegiatan yang dikemas dalam format Jumat Keliling tersebut memang tidak berhenti pada ritual ibadah semata. Kapolda Bengkulu secara eksplisit menjadikan momen itu sebagai kanal penyerapan aspirasi warga dan penguatan komunikasi sosial . Dalam konteks Lebong, pendekatan humanis semacam ini krusial mengingat karakter masyarakat yang masih sangat menjunjung tinggi kearifan lokal dan kedekatan personal dengan pemangku kebijakan.

Kehadiran Syarifudin dalam agenda tersebut patut dicermati dari sisi legitimasi birokrasi. Sekda yang resmi dilantik pada 27 Agustus 2026 lalu ini bukan sosok yang asing dalam struktur pemerintahan Lebong. Ia meraih nilai tertinggi dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dengan skor 87,11, mengungguli dua pesaingnya . Artinya, posisinya sebagai birokrat tertinggi di kabupaten itu memiliki dasar kompetensi yang terukur, bukan sekadar kedekatan politik.

Namun, di sinilah tantangannya. Kehadiran Sekda dalam setiap kunjungan pejabat tinggi kepolisian sering kali hanya dibaca sebagai formalitas belaka oleh publik. Padahal, jika ditarik lebih jauh, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian memiliki implikasi langsung terhadap kualitas pelayanan publik. Kapolda sendiri dalam kunjungan itu menekankan pentingnya sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban .

Perlu diuji ke depan bukanlah ada atau tidaknya Sekda dalam foto bersama Kapolda. Publik Lebong berhak menuntut bahwa silaturahmi semacam ini berbuah konkret: apakah aspirasi warga yang diserap dalam Jumat Keliling ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah? Apakah persoalan kamtibmas yang diangkat dalam forum itu mendapat respons kebijakan yang memadai dari Sekretariat Daerah?

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

Tampak Sekda Lebong Ikut Menyambut Kedatangan Kapolda Bengkulu

Syarifudin memiliki modal administratif untuk menjembatani hal tersebut. Sebagai Sekda definitif, ia mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lebong . Jika komitmen Kapolda untuk mendengarkan warga diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah, maka kunjungan Jumat Keliling bukan sekadar agenda seremonial kepolisian, melainkan titik awal kolaborasi yang berdampak.

Sebaliknya, jika pemerintah daerah hanya hadir tanpa mengambil peran aktif, maka publik akan menilai bahwa sinergi yang digaungkan hanyalah retorika. Lebong tidak kekurangan forum silaturahmi. Yang dibutuhkan adalah tindak lanjut yang terukur dan transparan dari setiap aspirasi yang disampaikan dalam forum-forum semacam itu.

Kunjungan Kapolda ke Lebong pada 23 Oktober 2026 menandai pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas daerah. Kehadiran Sekda Syarifudin memberikan bobot pemerintahan pada agenda tersebut. Namun, legitimasi sejati tidak dibangun dari kehadiran dalam satu pagi. Ia dibangun dari konsistensi menjawab persoalan warga, hari demi hari, setelah kamera dan lampu sorot kunjungan padam. (4W1D)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement