Pemerintah Kabupaten Lebong Perkuat Pelestarian Adat dan Warisan Budaya Leluhur
Lebong, dipatriot.com – Pemerintah Kabupaten Lebong terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat serta warisan budaya leluhur sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan kearifan lokal masyarakat Lebong. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kehadiran Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., dalam kegiatan Dou Leluhur dan Ritual Muang Apem yang digelar di Dam Sabo Pasir Lebar, Desa Semelako Atas, Kecamatan Bingin Kuning, pada Kamis (15/10/2026).

Bupati Dan Istri Disambut Dengan Adat Di Acara Kedurai Muang Apem Sekitar Keramat Bingin Kuning
Kegiatan adat sakral ini turut dihadiri sejumlah unsur penting pemerintahan dan organisasi daerah, di antaranya unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Staf Ahli Bupati, para Asisten, seluruh Kepala OPD, para Kepala Bagian Setda, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam merawat tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemerintah Kabupaten Lebong melakukan Dou Leluhur dan Ritual Muang Apem bukan sekadar seremonial adat, melainkan juga momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah. Tradisi ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lebong sejak lama dan menjadi salah satu penanda kuat identitas kultural masyarakat setempat.
Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tahun ini acara berlangsung cukup meriah berkat persiapan matang dari panitia, para camat, dan desa di Kecamatan Lebong Tengah serta Bingin Kuning.
“Alhamdulillah acara kedurai apem hari ini sedang berlangsung. Ini memang kegiatan dari dulu, sempat stagnan, dan tahun ini lebih meriah. Terima kasih kepada masyarakat tujuh desa, kepala desa, para camat di Kecamatan Lebong Tengah dan Bingin Kuning, dan para panitia. Semoga kegiatan ini ke depannya bisa lebih meriah,” jelas Azhari.
Lebih lanjut, Bupati Azhari menekankan pentingnya memperluas cakupan kegiatan ini agar tidak hanya terbatas pada dua kecamatan. Dalam sambutannya, ia berharap tradisi ini dapat melibatkan seluruh masyarakat Lebong dan menjadi agenda rutin tahunan. Hal ini dinilai strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar situs Keramat Bingin Kuning.
“Dalam sambutan saya tadi, saya sampaikan ke depannya kegiatan ini lebih diperluas dengan melibatkan seluruh masyarakat Lebong dan menjadi agenda rutin, dengan harapan dapat mendongkrak sektor UMKM dalam kegiatan sekitar situs Keramat Bingin Kuning ini,” pungkas Bupati Lebong.

Prosesi Ritual Sebagai Bagian Kegiatan Kedurai Apem Di Keramat Bingin Kuning, Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu
Azhari, juga mengisyaratkan Kegiatan Dou Leluhur dan Ritual Muang Apem ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Melalui tradisi ini, nilai-nilai kearifan lokal terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Lebong menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong: “Mari bersama menjaga adat, merawat budaya, dan melestarikan warisan leluhur demi Kabupaten Lebong yang berbudaya dan berkarakter.” Pesan ini menjadi ajakan moral bagi seluruh pihak untuk terus menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi. (4W1D)


Komentar