Lebong, dipatriot.com – Kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tebo Emas (TTE) Kabupaten Lebong yang telah menjadi atensi publik selama dua tahun terakhir kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong memastikan proses hukum terus berjalan, dengan langkah terbaru meminta Inspektorat Lebong selaku Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) untuk melakukan audit internal.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lebong, Harold Manurung, SH, MH, menanggapi salah satu kasus yang menjadi desakan dari Forum Aksi Aktivis Lebong yang beberapa hari yang lalu menggelar aksi mendesak penuntasan kasus ini. “Iya bang, kasus ini terus berjalan dan berproses. Sekarang kita minta pihak Inspektorat Lebong untuk melakukan audit melalui APIP,” ungkap Harold, melalui panggilan via WhatsAPP, Sabtu (5/9/2026).
Langkah ini menjadi sinyal penguatan proses penyidikan setelah Kejari sebelumnya lebih fokus pada koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu untuk menghitung kerugian negara. Dugaan kerugian akibat praktik sambungan ilegal, pungutan liar, hingga manipulasi tagihan sejak 2020 ditaksir mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar per tahun, dengan potensi kerugian total sekitar Rp25 miliar jika dihitung hingga 2024.
Sementara itu, sejumlah pegawai PDAM Lebong dilaporkan telah dipanggil oleh Inspektorat. Namun, hingga berita ini diturunkan, Inspektur Lebong, Nurman, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh media.
Sebelumnya, kasus ini sempat menuai sorotan karena dinilai lambat. Pada Desember 2025, Kejari Lebong masih menyebut perkara dalam tahap penyelidikan. Kini, setelah desakan publik melalui sejumlah aksi menguat, Kejari bergerak lebih cepat.
Namun, Harold masih enggan membeberkan detail lebih lanjut mengenai audit yang diminta. Ia mempersilakan media untuk menanyakan langsung perkembangan audit ke pihak Inspektorat. “Silakan abang tanya sendiri perkembangan auditnya ke pihak Inspektorat,” singkatnya.


Komentar