Lebong, dipatriot.com – Mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok, Bupati Lebong, H. Azhari, S.H., M.H., memberikan instruksi tegas kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop-UKM) untuk memperketat pengawasan pasar serta menyiapkan langkah mitigasi strategis.
Instruksi ini bertujuan menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan memastikan pasokan pangan tetap aman di tengah dinamika ekonomi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindagkop-UKM Kabupaten Lebong, Gusran Hajis, S.Si., membenarkan perintah langsung dari orang nomor satu di Kabupaten Lebong tersebut, Kamis (3/9).
“Bupati meminta kami untuk bergerak aktif memantau dinamika harga di pasar. Antisipasi harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi lonjakan harga yang di luar kendali yang bisa membebani masyarakat,” ujar Gusran saat dikonfirmasi awak media
Gusran menjelaskan, fokus utama instruksi ini adalah memantau pergerakan harga komoditas penting, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga bahan pangan segar seperti cabai, bawang, dan daging. Selain itu, Dinas Perindagkop-UKM juga diperintahkan memastikan rantai pasok distributor berjalan lancar tanpa hambatan logistik.
“Kami tidak hanya melihat angka di pedagang eceran, tetapi juga melacak ketersediaan stok di tingkat agen dan distributor. Jika pasokan lancar, otomatis harga akan lebih stabil,” lanjutnya.
Menindaklanjuti perintah Bupati, Dinas Perindagkop-UKM Lebong telah merancang langkah konkret, salah satunya menyiapkan skema operasi pasar murah jika ditemukan komoditas yang mengalami kenaikan harga di atas batas kewajaran. Program ini akan menyasar wilayah yang paling terdampak fluktuasi harga, dengan bekerja sama bersama Bulog dan para agen besar untuk menyediakan bahan pokok dengan harga subsidi.
“Jika dalam pengawasan harian kami menemukan tren kenaikan yang signifikan, kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menggelar operasi pasar murah. Ini adalah jaring pengaman bagi masyarakat,” tegas Gusran.


Komentar