Bengkulu Daerah Headline Hukum Lebong
Beranda » Hari Ini FAAL Kepung Kejari Lebong, Tuntut Kasus Mangkrak

Hari Ini FAAL Kepung Kejari Lebong, Tuntut Kasus Mangkrak

Lebong, dipatriot.com – Forum Aksi Aktivis Lebong (FAAL) memastikan diri tetap akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong pada hari ini, Selasa (1/9/2026). Aksi ini menuntut kejelasan atas sejumlah kasus dugaan korupsi yang sudah bertahun-tahun mangkrak, termasuk kasus PDAM dan dugaan pungli seleksi PPPK yang sudah menjadi atensi publik Kabupaten Lebong.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh penanggung jawab aksi FAAL, Abdul Kadir alias Kadeng, yang dengan tegas membantah adanya rencana pembatalan aksi. “Idak ado istilah batal-batal. Kami suda melakukan pematangan aksi menyangkut atribut dan konsolidasi masa,” tegas Kadeng. Ia memastikan sekitar 50 orang massa akan mengepung Kejaksaan Negeri Lebong untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Tuntutan Menggantung Tiga Tahun

Selanjutnya Kadeng menjelaskan, kasus dugaan korupsi di PDAM Tirta Tebo Emas (TTE) dan dugaan pungli dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) periode 2021-2024 menjadi sorotan utama aksi kali ini. ” Kedua perkara tersebut sebenarnya sudah masuk tahap penyidikan. Namun, hingga hampir tiga tahun berlalu, masyarakat masih belum melihat titik terang penyelesaiannya, makanya hari ini kita tagih lagi ” jelas Wakil Ketua FABB ini. Senen (31/8/2026)

Tak hanya itu, FAAL juga menyoroti dugaan pengangkatan kepala sekolah yang menyalahi Pertek serta dugaan pungli dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong. Menurut informasi yang dihimpun, pihak dipatriot.com juga turut menyoroti kasus-kasus ini dan mendesak Kejari Lebong segera melakukan penyelidikan.

Koordinator Aksi FAAL, Fahim Iqbal, sebelumnya menyatakan bahwa pergantian pimpinan Kejari Lebong menjadi momentum baru untuk menagih kepastian atas berbagai perkara yang dinilai belum tuntas. “Kami mengajak seluruh pemuda Lebong untuk turun dan menyuarakan aspirasi. Ini momentum yang tepat, terlebih sekarang ada Kajari baru. Kami ingin perkara-perkara lama yang selama ini menjadi perhatian masyarakat kembali mendapat kejelasan dan dituntaskan sesuai proses hukum,” ujar Fahim.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

<< 1 2 >>

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement