Lebong, dipatriot.com – Pemerintah Kabupaten Lebong di bawah kepemimpinan Bupati Azhari dan Wakil Bupati Bambang tengah mengupayakan penambahan 11 orang tenaga dokter pada tahun 2026. Langkah ini ditempuh melalui dua program sekaligus: Program Nusantara Sehat dan Program Dokter Internship Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI).
Kebijakan ini diambil untuk menguatkan layanan kesehatan primer melalui pemerataan akses, peningkatan mutu, serta pemenuhan jumlah tenaga medis yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Lebong.
4 Dokter Nusantara Sehat, 7 Dokter Internship
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman SKM., MKM., MSi., konfirmasi via pesan singkat oleh dipatriot.com.membenarkan kabar tersebut, Rabu (26/8/2026), merinci pembagian kuota kedua program tersebut.

Rachman,SKM,MKM Kadis Kesehatan Lebomg
Untuk Program Nusantara Sehat, Kabupaten Lebong mendapatkan jatah 4 orang dokter yang akan ditempatkan di empat puskesmas, yaitu:
· Puskesmas Ketenong
· Puskesmas Kotabaru
· Puskesmas Kotadonok
· Puskesmas Perawatan Tes
Program Nusantara Sehat sendiri merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di daerah. Program ini menugaskan tenaga kesehatan, baik secara tim maupun individu, ke puskesmas dengan masa kontrak sekitar dua tahun.
Sementara itu, untuk Program Dokter Internship, Kabupaten Lebong mendapat kuota 7 orang dokter. Rachman menjelaskan bahwa program internship adalah proses pemahiran dan pemandirian dokter baru lulus yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bersama KIDI. Program ini merupakan penempatan wajib sementara di fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas.
Proses Pendaftaran Masih Dibuka
Rachman mengungkapkan bahwa saat ini Kementerian Kesehatan masih membuka wahana pendaftaran untuk Program Dokter Internship. Pihaknya berharap dalam waktu dekat sudah ada yang mendaftar dan sesegera mungkin bisa datang serta melaksanakan tugas di Kabupaten Lebong.
Penambahan 11 dokter ini dinilai krusial mengingat Kabupaten Lebong masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan. Sebelumnya, RSUD Lebong pun telah diminta untuk merekrut tenaga kesehatan melalui sistem outsourcing guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.


Komentar