Jakarta Nasional
Beranda » 14 orang tewas akibat gempa M7,7 di NTT

14 orang tewas akibat gempa M7,7 di NTT

Jakarta, dipatriot.com – (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa hingga Sabtu pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

“Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu.

Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, di Kabupaten Manggarai enam orang, dan di Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.

DNA Tak Bisa Dusta, Kakak Kandung Korban Jadi Tersangka

“Sebagian besar warga melakukan evakuasi menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama,” kata Berton SP Panjaitan.

Dari aspek kerusakan, sementara tercatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan. Tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan.

Sementara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 rumah rusak berat.

Tiga Kandidat Bersaing Ketat Kursi Inspektur Lebong

Di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan.

Selain itu, dua fasilitas ibadah mengalami rusak ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak.

Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam. (4W1D/Antara news.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement